Perhitungan Biaya Operasi Pengecilan Lambung di Indonesia

Beberapa tahun belakangan muncul tren operasi bariatrik untuk mengatasi obesitas pada tubuh. Karena biaya operasi pengecilan lambung / Operasi Bariatrik yang tergolong cukup tinggi untuk ukuran biaya kesehatan pada umumnya, oleh sebab itu tidak banyak pasien yang menggunakan metode ini. Namun permasalahannya adalah Indonesia mengalami ledakan penduduk yang menderita penyakit obesitas atau kelebihan berat badan karena penumpukan lemak di tubuh.

Bagi anda yang tertarik untuk melakukan operasi menurunkan berat badan seperti bariatrik, pertama sebaiknya coba perhatikan dan simak perhitungan biaya operasi pengecilan lambung tersebut

Biaya Operasi Pengecilan Lambung

Penduduk Indonesia bahkan menempati urutan ke-10 dengan jumlah orang paling banyak menderita obesitas, persentase penderita naik ke level 21,8% pada tahun 2019. Angka ini naik hampir dua kali lipat dari tahun 2018, yang berada di level 13,6%. Untuk mengurangi penderita obesitas, progam diet yang terus dipopulerkan pun tidak dapat secara signifikan menekan angka penderita. Nah melihat resiko dari obesitas yang tinggi dan perkembangannya juga tinggi, maka biaya operasi bariatrik di Indonesia yang tinggi seharusnya bukan masalah bila kesehatan seseorang dapat di kembalikan.

Perhitungan Biaya Operasi Pengecilan Lambung di Indonesia

Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan operasi bariatik, ada baiknya bagi Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahlinya. Anda dapat mengubungi Digestihealth Bariatics untuk memberi beberapa saran mengenai operasi bariatik, termasuk biaya operasi pengecilan lambung di Indonesia. Digestihealth Bariatics memiliki merupakan ahli dalam bidang bariatik sehingga Anda tidak perlu khawatir dengan kredibiltas saran yang diberikan.

Biaya operasi bariatik

Umumnya biaya operasi bariatik di Indonesia sangat variatif, yakni Rp 45 Juta hingga Rp 70 Juta. Biaya ini sangat tergatung pada rumah sakit yang Anda gunakan, karena biaya dokter, obat, alat, administrasi, dan kamar pasien berbeda setiap rumah sakitnya. Di Indonesia, operasi bariatik belum ditanggung oleh asuransi dari pemerintah (BPJS/KIS/KJS) sehingga semua biaya akan ditanggung oleh Anda sendiri.

Pasca operasi bariatik, Anda diwajibkan untuk opname minimal 2 hari atau 4 hari bila masih ada permasalahan di tubuh Anda. Bila Anda menggunakan kamar pasien kelas 1 di rumah sakit bereputasi, mungkin Anda akan menghabiskan minimal Rp 1 Juta per hari. Namun, bagian termahal di operasi bariatrik adalah alat yang ditanamkan pada lambung Anda.

Titanium Stappler, itulah alat utama dalam metode operasi bariatrik.  Harga satu alat ini dapat mencapai US $400 hingga US $500 atau Rp 5 Juta hingga Rp 7 Juta per unitnya. Sedangkan lambung orang dewasa membutuhkan 4 hingga 6 titanium stappler. Selain itu Anda harus membayar biaya dokter spesialis, obat saat dan pasca operasi, hingga alat-alat lain yang juga sama tingginya. Kemungkinan mengeluarkan Rp 45 Juta – Rp 70 Juta untuk operasi bariatrik merupakan nominal yang cukup masuk akal.

Mencari Tempat Oprerasi Bariatrik di Indonesia

Biaya Operasi Pengecilan Lambung murah

Lalu kemudian yang menjadi Pertanyaan selanjutnya adalah Di mana kita bisa melakukan operasi bariatrik tersebut. Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan operasi tersebut sangat disarankan untuk mencari dokter ahli yang profesional dan berpengalaman. Salah satu diantaranya Anda bisa datang ke Dr. dr. Peter Ian Limas, Sp.B-KBD yang memang ahli dalam bidang tersebut. Beliau praktek di Rumah Sakit Pondok Indah dan Sumber Waras, atau bisa hubungi via website resminya di  bedahobesitas.id.

Itulah perhitungan biaya operasi pengecilan lambung di Indonesia untuk menyembuhkan penyakit obesitas Anda. Sebaiknya Anda menyediakan budget 20% hingga 30% lebih banyak untuk beberapa antisipasi agar operasi Anda berjalan dengan lancar.